Dapur by HollandGreen

Interior Ekletik Industrial di Sebuah Rumah Tua

Dyah Swastantika Dyah Swastantika
Loading admin actions …

Sesuai dengan namanya, rumah gaya Victoria adalah sebuah hunian yang dibangun di masa Ratu Victoria dari Kerajaan Britania Raya berkuasa, yaitu sekitar tahun 1830 sampai 1910. Memiliki sebuah rumah gaya Victoria adalah suatu pencapaian yang langka, mengingat rumah dengan gaya ini sudah tidak lagi dibangun di era modern. Meski demikian, perlu dilakukan beberapa perubahan agar rumah gaya Victoria menjadi hunian yang sesuai dengan tuntutan jaman. Ahli kami asal London, Inggris, mempresentasikan proyek renovasi sebuah rumah gaya Victoria tiga lantai yang juga berlokasi di London, khusus untuk Anda, pembaca setia homify. Sebuah hasil rancangan untuk menginspirasi Anda yang ingin tahu bagaimana cara memadukan unsur klasik dan unsur kekinian. 

1. Fasad depan

Rumah gaya Victoria mempunyai ciri khas bangunan ramping berlantai tiga yang biasanya tidak luas, karena lahan di mana rumah itu didirikan juga tidak luas. Rumah gaya Victoria biasanya didirikan sebelah-menyebelah dengan rumah gaya Victoria lainnya, mirip seperti deretan rumah teras bertingkat. Pada gambar ini kita bisa melihat rumah gaya Victoria yang masih mempertahankan dinding batu bata dan penyangga atap model lama. Arsitek kami telah mengurangi ketinggian lantai dan mengganti bingkai jendela lama dengan bingkai jendela Crittall yang desainnya disesuaikan dengan gaya Victoria

2. Fasad belakang

Jendela-jendela besar dan tangga juga menjadi ciri khas rumah gaya Victoria. Jendela yang menghadap ke halaman belakang rumah telah diganti dengan jendela plus pintu kaca lebar modern, sehingga terciptalah keterkaitan antara interior dan eksterior rumah. Teras berlantai dek kayu juga merupakan detil yang ditambahkan saat renovasi. Furnish lantai kayu berwarna hitam, serasi dengan bingkai jendela yang berwarna sama. Warna ini dipilih agar tidak tampak kontras, mengingat kontras sudah diwakili oleh kusen jendela putih di lantai dua. Warna dinding batu bata yang tidak merah, melainkan kecoklatan juga menjadi bahan pertimbangan.  

3. Tangga ulir

Tangga ulir yang menghubungkan kamar di lantai dua dan halaman belakang adalah fitur menarik di area ini. Dilihat dari bentuknya, jelas terlihat bahwa tangga ulir ini merupakan elemen baru yang ditambahkan arsitek saat merenovasi rumah. Bentuknya yang simpel tampak serasi dengan dinding rustic rumah ini. Apa rahasianya? Tangga ulir difurnish dengan warna hitam yang juga menjadi warna dinding luar di dekatnya. 

4. Ruang tamu

Nuansa serba putih dari lantai hingga langit-langit menyambut kita di ruang tamu. Sebuah nuansa yang sekaligus menjadi palet bagi beberapa elemen seperti sofa, sofa berlengan, meja kopi, dan perapian. Elemen-elemen ini tidak memiliki kesamaan, selain fakta bahwa semuanya adalah furnitur. Cara penataan furnitur semacam ini mencerminkan gaya ekletik, sebuah gaya yang memadukan beberapa gaya sekaligus. Ruangan ini memiliki sebuah jendela yang menghadap ke depan rumah. Melalui cermin di atas perapian kita bisa melihat bahwa salah satu bagian dinding didekorasi dengan warna abu-abu sebagai aksen dinding. 

5. Ruang keluarga

Interior open plan yang merupakan pernyataan kekinian dalam dunia desain interior juga diterapkan di rumah gaya Victoria ini. Antara ruang tamu dan ruang keluarga dipisahkan oleh perbedaan ketinggian lantai, gerbang plaster, dan perbedaan warna lantai. Warna abu-abu yang menjadi ciri khas gaya industrial tersebar di beberapa titik, termasuk sofa di depan televisi dan warna bagian bawah plaster plafon. Di sini atmosfer ekletik kembali terasa berkat penggunaan satu elemen sederhana, yaitu peti kayu tua sebagai meja kopi. 

6. Jendela skylight

Dari gambar ini kita bisa melihat ruangan apa yang berada di balik jendela besar di fasad belakang rumah. Area lantai pertama rumah ini mengintegrasikan empat ruangan sekaligus, yaitu ruang tamu, ruang keluarga, dapur dan ruang makan. Jendela dan pintu kaca yang lebar memungkinkan penghuni rumah memandang area terbuka di halaman belakang tanpa halangan, baik saat duduk di ruang makan atau ruang keluarga. Meski lantai area ini berwarna gelap, suasana ruangan tetap terang berkat adanya jendela skylight di atas meja makan. Perpaduan suasana masa lalu dan masa kini tampak harmonis di plafon, di mana skylight berdampingan dengan plafon balok kayu dan batu bata. 

7. Dapur ekletik

Dari sudut ini kita bisa mengetahui sedikit tentang struktur asli rumah sebelum direnovasi. Balok-balok horizontal pada plafon kayu dan dinding batu bata tanpa difurnish menandakan bahwa rumah gaya Victoria ini ditinggali oleh keluarga kelas pekerja pada jamannya. Kini semua itu menaungi seperangkat furnitur dapur modern berwarna putih berhias dua lampu disko. Abu-abu dan putih menjadi palet warna netral bagi warna-warna lain yang lebih cerah, seperti biru, kuning, dan hijau. Meja dapur memanjang dan meja tengah dapur memungkinkan mobilitas nyaman bagi siapapun yang berada di dapur.   

8. Suasana lantai dua

Sekali lagi kita melihat atmosfer serba putih di lantai dua, yang berfungsi sebagai area pribadi untuk para penghuni rumah. Sebuah sudut dekat jendela di lantai dua tampak menarik mata, karena terdiri dari sebuah kursi vintage dan dua koper kuno yang berfungsi sebagai meja ditata rapi di dekat jendela Crittall gaya modern. 

9. Suasana di koridor

Nuansa monokrom masih dominan di koridor yang menjadi penghubung beberapa ruangan di lantai dua. Koridor sempit ini tampak luas berkat warna putih yang masif dan penggunaan pintu geser pada ruangan-ruangan yang memiliki kases langsung ke koridor. Pintu geser membuka ke samping sehingga menghemat ruangan dan tampil seolah seperti dinding yang mengapit koridor ini. Ceruk rak sepatu di dinding difurnish dengan warna abu-abu dan berhasil tampil sebagai penarik perhatian. 

10. Ruang kerja

Nuansa monokrom atau serba putih bukan hanya meluaskan ruangan secara visual, namun juga bisa membentuk suasana hati yang tenang dan tentram. Oleh karena itu warna putih tetap digunakan di ruang kerja atau ruang belajar, karena aktivitas membaca atau menulis membutuhkan kestabilan di dalam. Agar ruangan tidak tampak pucat, elemen berwarna tua ditempatkan sebagai penyeimbang, yaitu dudukan kursi dan alas meja berwarna abu-abu tua.  

11. Mandi berendam sebagai relaksasi

Sebuah rumah boleh memiliki warna gelap di bagian terdalamnya, asal tidak menakutkan. Warna gelap di kamar mandi ini tidak membuat orang lari terbirit-birit, tapi malah berendam sampai lupa waktu dalam bath tub. Paduan warna abu-abu tua dan putih membuat kamar mandi tampak lebih hidup, selain itu lantai kamar mandi pun tak akan mudah kotor. Sinar matahari dari pintu kaca akan terpantul pada furnitur kamar mandi serba putih dan wastafel logam, sehingga menerangi ruangan. 

12. Kamar mandi dengan tungku perapian

Kamar mandi kedua di rumah ini masih kental dengan karakter Victorian, bisa terlihat pada atap miringnya yang rendah dan tungku perapian. Anda pun pasti setuju bahwa tungku perapian di kamar mandi pada gambar hal paling menarik di rumah ini. Maka wajar jika arsitek kami memberikan warna berbeda pada area tungku, yaitu hijau lumut. Tungku perapian ini tampaknya dibuat agar penghuni rumah sebelumnya bisa mandi dengan nyaman tanpa membeku kedinginan. Ini mengingat suhu udara di London bisa sangat dingin, sedangkan pemanas ruangan belum ditemukan di masa rumah gaya Victoria ini didirikan. 

13. Kamar anak gadis di lantai tiga

Lantai tiga memiliki bentuk atap yang berkarakter mengingat letaknya yang sangat dekat dengan bubungan rumah. Ceruk pada plafon di atas jendela juga menjadi penanda fungsi area yang berbeda dari sekitarnya, yaitu sebagai ruang untuk belajar. Dilihat dari dekorasi yang digunakan, kamar tidur ini adalah milik anak perempuan yang tinggal di rumah Victorian ini. Agar serasi dengan gaya klasik Victorian yang kental pada langit-langit kamar, maka ditempatkanlah tempat tidur besi gaya vintage. Nuansa putih bersih menjadi dasar bagi warna-warna terang dan solid, cerminan karakter si anak gadis yang optimis dan apa adanya. 

14. Ruang bermain

Lantai tiga rupanya didesain sebagai area pribadi untuk anak perempuan. Selain kamar tidur, ada ruang kosong lain di sebelahnya yang difungsikan menjadi ruang bermain untuk anak. Ruangan yang juga serba putih ini tidak didekorasi, karena pernak-pernik bermain anak yang penuh warna sudah menjadi hiasan untuk menceriakan atmosfer di sini.  

Bagiaman menurut pendapat Anda, apakh rumah gaya Victoria cocok diterapkan di Indonesia? 
 Rumah by Casas inHAUS

Need help with your home project? Get in touch!

Request free consultation

Discover home inspiration!