Taman by MC3 Arquitetura . Paisagismo . Interiores

Cara Menata Taman Depan Rumah untuk Lahan Terbatas

Tanya harga

Invalid number. Please check the country code, prefix and phone number
Dengan mengklik 'Kirim' saya mengkonfirmasi bahwa saya telah membaca dan menyetujui Kebijakan Privasi bahwa informasi saya akan diproses.
Catatan: anda dapat mencabut persetujuan tersebut kapan saja dengan mengirim email ke privacy@homify.com.
Loading admin actions …

Setiap orang, termasuk Anda, tentu ingin memiliki hunian yang tak hanya nyaman, tetapi juga asri. Salah satu cara untuk mewujudkannya ialah dengan membuat taman di rumah. Namun, bagaimana bila lahan yang dimiliki terbatas? Kami rasa, konsep taman minimalis bergaya vertikal dapat menjadi solusi sempurna untuk keterbatasan lahan anda. Supaya lahan yang Anda miliki dapat lebih maksimal penggunaannya, desain taman vertikal layak dipilih.

​Pengertian Taman Vertikal

Seperti yang Anda tahu, luas lahan termasuk salah satu faktor yang penting dipertimbangkan dalam pengadaan area hijau berupa taman di rumah. Pada lahan yang tidak terlalu luas, konsep taman vertikal bisa menjadi pilihan. Taman vertikal  ialah taman dengan konsep tegak, di mana tanaman beserta elemen taman lainnya ditata dalam bidang tegak.

Jadi, pada konsep taman vertikal ini, tanaman dibuat tumbuh tanpa menggunakan tanah sebagai medianya. Sehingga taman minimalis depan rumah dengan konsep vertikal dapat diwujudkan pada berbagai jenis bangunan, luas maupun sempit, baik di indoor maupun outdoor. Cocok sekali untuk membuat rumah terhindar dari kesan plain dan monoton.

Kelebihan Taman Vertikal

Seperti halnya taman konvensional, taman minimalis depan rumah dengan konsep vertikal juga bisa terlihat begitu menawan bila ditata dengan apik. Tak heran, dewasa ini, kepopuleran taman vertikal kian menyaingi taman dengan konsep konvensional. Hal ini karena beberapa faktor berikut:

1. Taman vertikal dapat diterapkan pada tiap bidang tegak di rumah

Berbeda dengan taman konvensional, taman vertikal tidak terbatas pada lahan dan ruang, sehingga Anda dapat lebih bebas berkreasi. Dengan bermodal kreativitas, tiap bidang tegak di rumah dapat Anda sulap menjadi taman vertikal yang cantik. Anda tinggal menyesuaikan desain taman vertikal yang dibuat dengan konsep ruangan.

2. Bisa didesain membentuk pola yang menarik

Taman minimalis depan rumah yang Anda wujudkan dalam konsep vertikal juga bisa ditata sedemikian rupa, membentuk pola-pola yang menarik. Misalnya, Anda dapat menata tanaman di dinding dengan pola inisial nama Anda maupun pola lain yang tidak kalah menariknya.

3. Memberikan nuansa segar di dalam ruangan

Taman vertikal dapat menjadi titik fokus baru di dalam sebuah ruangan. Nuansa yang tadinya monoton disulap menjadi segar dan mengesankan oleh tanaman hias. Tak berhenti sampai di situ, tanaman hias memiliki fungsi alami sebagai filter udara. Jadi, udara yang tercemar akan bersih ketika tanaman tersebut melepaskan oksigen. Sehingga kehadiran taman vertikal juga baik untuk kesehatan.

4. Menjaga suhu ruangan tetap sejuk

Selain menyegarkan ruangan, taman vertikal juga dapat menjadi pendingin alami bagi ruangan. Dengan proses fotosintesis tanaman, tingkat kelembaban di dalam ruangan akan menjadi seimbang. Selain itu, taman vertikal pun dapat menghalau udara dingin dari luar ruangan, agar suhu ruangan tetap hangat terjaga.

5. Mengurangi suara bising yang berasal dari luar ruangan

Taman minimalis depan rumah dengan konsep vertikal juga dapat menjadi peredam suara alami, sehingga rumah jadi lebih tenang dan jauh dari suara bising. Hal ini tentu membuat rumah jadi kian nyaman dihuni, bukan?

​Aneka Tanaman Hias yang Cocok untuk Taman Vertikal

Nah, sebelum mengeksekusi ide taman vertikal untuk rumah Anda, yuk, ketahui apa saja sih tanaman yang cocok dipajang pada dinding dan aneka bidang tegak lurus di rumah. Berikut infonya:

Kuping gajah

Kuping gajah menjadi pilihan pertama yang patut Anda pertimbangkan. Selain cantik, tanaman yang memiliki nama Latin Anthurium Crystalium ini tidak membutuhkan banyak air, sehingga cocok untuk dijadikan tanaman hias untuk taman vertikal. 

Lipstick plant

Tanaman cantik ini memiliki nama latin Aeschynantus Radicans. Umumnya, tanaman ini juga dikenal dengan nama bunga lipstik. Alasannya sederhana, karena bunga ini memiliki warna merah menyerupai lipstik untuk pemulas bibir. 

Lipstick plant tidak membutuhkan tanah yang dalam untuk bisa hidup. Ini sebabnya, si cantik yang satu ini cocok sekali untuk dijadikan tanaman gantung pada taman vertikal Anda.

Soapwort

Kecantikan tanaman ini semakin sempurna dengan sifatnya yang tahan panas. Soapwort juga tidak terlalu banyak menyerap kelembaban. Agar dapat bertahan hidup, tanaman ini harus banyak mendapatkan sinar matahari sehingga cocok diaplikasikan untuk taman vertikal di luar ruangan atau outdoor.

Begonia

Kebalikan dari soapwort, agar tetap hidup dan tumbuh, begonia tidak terlalu membutuhkan banyak sinar matahari. Tanaman ini sendiri memiliki keunikan daun yang bercorak unik dan cerah warnanya. Begonia sangat cocok untuk dijadikan tanaman hias pada taman vertikal di dalam ruangan atau indoor.

Dollar plant

Apabila Anda memiliki taman vertikal yang luas, tanaman dollar plant cocok menjadi pilihan. Akarnya kuat sehingga mampu mencengkeram tembok tempatnya tumbuh. Itu sebabnya, dollar plant dapat dijadikan tanaman hias pada taman vertikal yang kokoh serta tidak mudah untuk roboh.

Sirih merah

Tanaman merambat ini sangat mudah tumbuh dengan menggunakan media apapun. Perawatannya pun tidak sulit, sebab Anda tidak harus sering-sering menyiraminya dengan air. Oh, iya. Sirih merah juga memiliki ketahanan yang baik terhadap kelembapan dan tidak membutuhkan sinar matahari yang intens. Ini sebabnya, Anda bisa memilih sirih merah untuk mengisi taman vertikal indoor Anda.

Mandevilla

Tanaman ini tumbuh merambat. Warnanya putih, kuning serta merah, cocok sekali untuk taman vertikal. Mandevilla juga tergolong tanaman yang kuat. Pasalnya, serangan hama tidak mudah menyerang tanaman ini. Mandevilla dapat tumbuh dengan mudah pada iklim tropis. Bila tertarik menjadikannya sebagai salah satu pengisi taman vertikal Anda, Anda bisa mengikat mandevilla menggunakan tali rafia agar sulurnya tumbuh rapi searah dengan batangnya.

Bunga krisan

Bunga yang satu ini juga dikenal dengan nama bunga seruni dan biasa digunakan untuk dekorasi acara pernikahan maupun ulang tahun. Bunga krisan yang cantik berwarna-warni lebih cocok tumbuh pada udara yang hangat. Mengingat bunga ini cukup mudah dirawat, Anda boleh lho memilihnya untuk mengisi taman vertikal Anda.

Hosta

Tanaman hias ini memiliki nama lain funkia atau giboshi. Hosta memiliki bunga yang berwarna keunguan dan termasuk salah satu yang paling sering dipakai untuk taman vertikal. Karena tidak begitu memerlukan sinar matahari yang banyak maka bunga ini cocok untuk taman vertikal indoor.

Lili Paris

Tanaman ini memiliki nama Latin Chlorophytum Comosum. Daunnya kecil dan tumbuh memanjang serta di atasnya memiliki garis putih kekuningan. Karena perawatannya sangat mudah, lili paris sering kali dipilih menjadi salah satu tanaman gantung untuk taman vertikal. Lili Paris juga cocok untuk taman minimalis depan rumah, mengingat tumbuhan ini tahan terhadap paparan sinar matahari. Meski begitu, sebaiknya Anda menempatkan lili paris pada area yang tidak terlalu sering terpapar sinar matahari berlebihan. Dengan begitu, tanaman ini dapat tumbuh lebih subur.

​Tips Memilih Tanaman Hias untuk Taman Vertikal

Di samping tanaman-tanaman yang sudah disebutkan di atas, Anda juga boleh kok memilih tanaman lainnya. Akan tetapi, coba perhatikan tips berikut sebelum memilih tanaman hias untuk taman vertikal di rumah, ya:

1. Sesuaikan tanaman yang hendak dipilih dengan sinar matahari yang menyinari bangunan Anda. Perhatikan apakah sinar mataharinya mengenai langsung layaknya di luar ruangan, ataukah redup saja seperti di dalam ruangan. Hal ini penting, mengingat beberapa tanaman tumbuh lebih baik saat terkena sinar matahari intens, namun beberapa lainnya justru sebaliknya.

2. Perhatikan kebutuhan air tanaman hias agar Anda mendapat bayangan untuk menentukan sistem pengairannya. Yang tak kalah penting, pahami betul kapan waktunya menyiram tanaman hias berdasarkan tanda-tanda yang diperlihatkannya.

​Beberapa Tips Lain yang Tak Kalah Penting

Ingat untuk selalu memilih wadah yang tepat untuk tanaman Anda. Idealnya, wadah atau pot tidak terlalu besar dan terlalu kecil untuk tanaman hias gantung. Selain itu, atur pula tanaman hias Anda agar terlihat rapi dan menawan, sesuai selera. Demikian berbagai kelebihan taman vertikal serta beberapa tips memilih tanaman hias yang cocok untuk mengisi taman tersebut. Akhirnya, selamat berkreasi pada taman depan rumah, ya.

Dari semua jenis tanaman hias yang kami sebutkan, mana yang akan Anda tanam terlebih dulu?
 Rumah by Casas inHAUS

Need help with your home project? Get in touch!

Discover home inspiration!