:  Rumah tinggal  by Griya Cipta Studio

5 Kiat Cerdas Membangun Rumah Tumbuh

Dyah Swastantika Dyah Swastantika
Loading admin actions …

Istilah rumah tumbuh belakangan diperkenalkan para pengembang hunian dan biasa dicantumkan di brosur promosi hunian yang mereka tawarkan. Membangun rumah tumbuh mengandung arti bahwa proses pembangunan rumah dilakukan secara bertahap. Lahan yang tersedia tidak dibangun seluruhnya, melainkan dibiarkan dan akan dibangun kemudian sesuai kebutuhan pemilik rumah. Dalam situasi ekonomi seperti saat ini, membangun rumah tumbuh dipandang sebagai solusi efektif untuk memiliki hunian sesuai keinginan dan bujet yang minim. Pembangunan dapat dilanjutkan kemudian hari bila pemilik rumah sudah memiliki cukup dana. Apakah ini berarti rumah akan tampak seperti bangunan yang belum selesai dibangun? Tidak juga. Dalam ulasan kali ini, homify akan membahas tentang tips membangun rumah tumbuh yang bukan hanya sesuai kebutuhan, ketersediaan dana, dan prinsip estetika bangunan. 

1. Tentukan arah pembangunan rumah tumbuh

Bila sudah mantap membangun rumah tumbuh, pemilik rumah sebaiknya menentukan ke arah mana rumah tumbuh akan dibangun. Apakah ke atas (rumah bertingkat) atau ke samping? Bila lahan untuk mendirikan rumah tidak terlalu luas, pilihan menambah satu atau dua lantai ke atas adalah yang paling mungkin dilakukan. Sedangkan pengembangan rumah ke arah vertikal bisa dilakukan bila lahan yang tersedia cukup luas (misalnya lebih dari 90 meter persegi). Meski demikian, perlu diperhatikan juga agar pengembangan rumah nantinya tidak mengubah kondisi yang sudah ada, misalnya taman, teras, atau ruang terbuka lainnya. Renovasi atau pengembangan rumah juga sebaiknya tidak memaksa pemilik rumah mengubah elemen lain seperti sistem pencahayaan dan ventilasi rumah. Pengubahan elemen-elemen kecil semacam ini bukan hanya akan menambah pengeluaran, tapi juga waktu pengembangan rumah.

2. Perencanaan denah, pondasi, dan saluran air rumah tumbuh

Setelah mengetahui orientasi arah rumah tumbuh, ide itu sebaiknya diwujudkan dalam bentuk denah. Denah rumah sebaiknya dirancang dengan orientasi penambahan ruang tanpa banyak mengubah denah awal. Denah nantinya juga menjadi acuan pengurusan surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB). IMB wajib dimiliki pemilik rumah sebelum melakukan pembangunan, bahkan untuk renovasi rumah di atas lahan sendiri pun perlu dibuat IMB baru. Dalam IMB rumah tumbuh luas rumah yang direncanakan bisa dicantumkan, sehingga tidak menyulitkan pemilik rumah di tahap pembangunan selanjutnya. 

Skala prioritas juga akan menjadi pedoman dalam membangun pondasi rumah tumbuh, baik untuk mengembangkan rumah secara horizontal maupun vertikal. Bila pembangunan rumah tumbuh berorientasi ke samping atau horizontal, tulangan struktur sebaiknya mengarah ke luar agar memudahkan struktur bisa disambung pada tahap pembangunan di masa mendatang. Sedangkan bila rumah tumbuh akan dikembangkan ke atas atau vertikal, pondasi maupun kolom sebaiknya dibuat agar mampu menahan beban bangunan dua lantai (atau lebih). Dengan cara ini, pemilik rumah bisa menghemat biaya penyuntikkan beton yang normalnya dilakukan untuk memperkuat struktur bangunan awal. 

Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah, volume air buangan akan bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah ruangan. Penambahan kamar mandi, dapur, atau luas atap akan membuat volume air kotor dan air hujan menjadi lebih besar daripada sebelumnya. Bila sudah berencana membangun rumah tumbuh, sebaiknya instalasi pipa air kotor yang dipasang di bawah rumah adalah pipa berukuran besar atau layak untuk menampung air kotor rumah dengan luas yang sudah direncanakan sejak awal.  

3. Perhatikan hal-hal berikut ini saat menyusun RAB (rencana anggaran biaya) rumah tumbuh

Dalam aktivitas apa pun yang berorientasi ke masa mendatang, perencanaan wajib hukumnya. Yang kita bicarakan di sini adalah perencanaan biaya. Demi efektifitas dana yang dikeluarkan pemilik rumah sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut ini saat menyusun RAB: 

1. Pemilihan bahan bangunan 
Bahan bangunan yang dipilih sebaiknya tahan lama dan tahan cuaca. Mungkin harganya akan sedikit lebih mahal. Akan tetapi, sebaiknya dipikirkan juga bahwa bahan bangunan berkualitas rendah akan memerlukan penggantian bila sudah dipakai selama beberapa tahun. Ini mengakibatkan lebih banyak biaya dan tenaga yang terbuang. Untuk rangka atap, misalnya, lebih disarankan memakai rangka atap baja. Bisa juga menciptakan nuansa rustic dengan cara mendirikan dinding batu bata ekspos tanpa dilapisi semen dan dicat. 

2. Memperhitungkan inflasi 
Tidak seperti pembangunan rumah konvensional, membangun rumah tumbuh dilaksanakan dalam rentang waktu yang cukup lama. Bisa dalam hitungan bulan bahkan tahun. Sementara di sisi lain tiap tahun harga bahan bangunan bisa dipastikan akan naik. RAB yang telah dirancang tahun ini sangat mungkin tidak lagi relevan digunakan sebagai acuan pembangunan 1-2 tahun mendatang. Cara untuk mengakalinya adalah dengan menambah rencana biaya sebesar 5 sampai 10% tahun, baik untuk biaya belanja bahan bangunan maupun ongkos pekerja. 

3. Bantuan profesional 
Merencanakan biaya membangun rumah tumbuh bisa jadi urusan rumit untuk pemilik rumah. Sudah umum bila profesional di bidang jasa konstruksi atau arsitektur menyediakan jasa menyusun RAB. Tak jarang jasa ini ditawarkan gratis satu paket bersama jasa desain rumah. 

4. Memaksimalkan penggunaan bahan 
Meski ada anjuran menghindari bongkar pasang dalam pembangunan rumah tumbuh, tampaknya anjuran ini sedikit sulit dilaksanakan. Proses membongkar dan membangun dinding kembali sering kali tak bisa dihindari. Namun kita dapat berupaya memanfaatkan material bongkaran itu untuk keperluan lain. Misalnya kusen dan daun pintu atau jendela, lantai, balok kayu, dll. 

4. Agar rumah tumbuh tak kelihatan seperti rumah belum jadi

Meskipun rumah tumbuh mengandung arti sebuah rumah yang belum selesai sepenuhnya, ada beberapa cara yang bisa diterapkan agar rumah tampil sempurna secara estetis. Beberapa cara yang kami usulkan adalah: 

1. Membuat atap teras 
Bagian rumah yang saat ini berupa teras bisa dikembangkan menjadi ruang tamu. Dengan membangun atap untuk teras, ke depannya akan lebih mudah bila akan menambahkan dinding dan jendela agar fungsi teras berubah menjadi ruang tamu. Dalam hal ini kita bisa mengadaptasi konsep pembangunan konservatori di rumah-rumah gaya Eropa. 

2. Membangun rumah berlangit-langit tinggi 
Ingin punya rumah dua lantai tapi dana belum mencukupi? Bangunlah rumah berlangit-langit tinggi. Dalam artikel mengenai ekstensi rumah ini ada beberapa ide penambahan ruang dalam rumah yang bisa dilakukan bertahap, sejalan dengan konsep rumah tumbuh. 

3. Gaya industrial 
Gaya industrial identik dengan finishing serba abu-abu yang, selain dihasilkan dari pengecatan, juga bisa didapatkan dengan memplester dinding dengan semen dan menghaluskannya tanpa dicat. Gaya ini juga identik dengan penggunaan unsur-unsur logam seperti baja dan besi pada desain interior. Misalnya kita memilih rangka atap baja ringan sebagai struktur penyangga atap, hal ini bisa menjadi nilai lebih dalam hal estetika. Plafon atap bisa dipasang belakangan di tahap pembangunan selanjutnya. 

4. Open space 
Konsep interior open space bisa diterapkan pada finishing tahap awal pembangunan rumah tumbuh. Pada tahap selanjutnya, open space yang tersedia bisa dikembangkan menjadi ruangan lain bila memang dibutuhkan. Apabila kurang nyaman dengan ruang tamu yang terlalu terbuka dan merasa khawatir kehilangan privasi, ruang tamu dan ruang makan bisa dipisahkan dengan rak buku, partisi, sekat bambu, dll. 

5. Membangun yang paling penting

Nakula House:  Rumah tinggal  by BAMA
BAMA

Nakula House

BAMA

Mengingat proses pembangunan rumah tumbuh tidak akan selesai dengan segera, pemilik rumah perlu menetapkan ruangan apa saja yang perlu dibangun pada tahap awal. Kami menyarankan agar pemilik rumah fokus pada kebutuhan utama, sehingga ruangan yang perlu dibangun pertama kali adalah kamar tidur, kamar mandi, dan dapur. Saran ini diberikan dengan pertimbangan bahwa kamar tidur akan diperlukan untuk beristirahat dan melakukan aktivitas pribadi lainnya, kamar mandi sangat penting untuk membersihkan diri, dan dapur menjadi tempat untuk menyiapkan makanan sehari-hari. Kita memang memerlukan ruang keluarga atau ruang tamu sebagai ruangan untuk bersosialisasi. Namun untuk sementara fungsi itu bisa digantikan oleh dapur. 

Menurut Anda, apakah membangun rumah tumbuh solusi bagi dana pembangunan rumah yang terbatas? 
 Rumah by Casas inHAUS

Need help with your home project? Get in touch!

Request free consultation

Discover home inspiration!