Rumah by やまぐち建築設計室

Cara Membangun Rumah Tradisional Jepang

Henti Kresdiana Henti Kresdiana
Loading admin actions …

Rumah Tradisional Jepang merupakam salah satu rumah yang memiliki keunikan tersendiri. Tak heran bila jenis rumah ini begitu diminati oleh hampir seluruh masyarakat dari berbagai belahan dunia. Bahkan dunia barat menyebutnya sebagai arsitektur “Zen” yang dapat dengan mudah dikombinasikan dengan berbagai gaya rumah salah satunya tipe minimalis.

Rumah Jepang sengaja didesain secara khusus agar tidak mudah rusak khususnya akibat gempa yang rentan terjadi di negara ini. Material dibuat dari kayu dengan desain sangat sederhana dan tidak menggunakan banyak barang. Bentuknya menyerupai rumah panggung dengan ketinggian 10 cm dari tanah lalu ditutup dengan balok kayu untuk lantai. Tujuannya mencegah basah akibat rembesan embun di tanah.

Yah, dari awalnya rumah Jepang memang memiliki keunikan dan keistimewaan tersendiri. Beberapa keunikan tersebut nampak dari konsep menonjol bagian ruangan maupun desain bangunan, diantaranya:

Pintu Geser

Merupakan ciri khas utama dan sangat terkenal. Sesuai namanya pintu yang terbuat dari kayu alami dan celah-celah kecil ini difungsikan dengan cara digeser untuk membuka atau menutupnya, tidak seperti pintu-pintu pada umumnya. Pintu ini biasa digunakan untuk menghubungkan antara ruang utama dan ruang taman, dan banyak dipakai pada rumah kerja tradisional (machiya).

Tempat tidur lipat

Hal menarik lainnya dari desain dan arsitektural rumah Jepang adalah tempat tidur tradisional atau biasa disebut futon. Berbeda dengan tempat tidur umumnya, usai dipakai futon dilipat dan disimpan dalam lemari. Ini yang membuat ruangan menjadi lebih leluasa dan dapat difungsikan untuk hal lainnya semisal duduk santai, makan, disamping untuk tidur. Otomatis seluruh anggota keluarga tertampung dengan luas di dalam rumah.

Pintu Gerbang

Pintu ini berfungsi sebagai pemisah antara ruang public dan ruang pribadi karena di hampir seluruh jalan-jalan di perumahan di Jepang tidak memiliki trotoar depan rumah. Sebagai pembatas antara jalan dan bagian dalam rumah. pintu ini dapat dengan mudah Anda jumpai di daerah Kyoto.

Atap Keramik

Jepang merupakan negara dengan curah hujan yang tinggi. Karena itu atap rumah Jepang didesain sedemikian rupa untuk memiliki sistem drainase yang maksimal untuk memungkinkan air hujan dalam volume besar untuk keluar. Bentuknya yang berciri khas dengan ujungnya yang meruncing menjamin penghuni rumah terlindungi dengan maksimal saat hujan.

Tangga Pintu Masuk

Tangga yang dimaksud adalah satu buah anak tangga yang merupakan sebuah ruang transisi antara bagian luar dan dalam rumah. Ruang ini biasa disebut Genkan yang menjadi ruang untuk tempat mengganti sepatu outdoor atau sandal slipper. Biasanya terdapat lemari untuk meletakkan sepatu serta benda-benda dekoratif lain seperti keramik, bunga atau karya seni.

​Lorong luar ruangan

Koridor / Lorong:  Koridor dan lorong by Jati and Teak
Jati and Teak

Koridor / Lorong

Jati and Teak

Biasa disebut Engawa, yakni lorong-lorong luas yang berfungsi untuk menghubungkan kamar dan menjadi ruang transisi antara ruang dalam dan luar rumah. Engawa berfungsi sebagai tempat masuknya udara dan cahaya sekaligus beranda pada musim panas.

Merefleksikan dari beberapa konsep arsitektur diatas, ada beberapa hal yang dapat menjadi perhatian bila ingin menerapkan konsep hunian tradisional Jepang. Umumnya rumah tradisional Jepang cenderung kecil dan berdekatan baik di perkotaan maupun di desa. Yang menjadi elemen kunci dari desain rumah hunian terletak pada privasi, cahaya alami, perlindungan dari bagian luar rumah, dan tidak mementingkan ukuran atau lokasi rumah.

Minimalis dan Praktis

Eksterior Rumah Tinggal Industrial Style, Nonongan, Surakarta:  Rumah tinggal  by ARKAStudio
ARKAStudio

Eksterior Rumah Tinggal Industrial Style, Nonongan, Surakarta

ARKAStudio

Pada prinsipnya hunian bergaya Jepang memiliki desain yang menunjukkan ciri khas budaya kuat dari negeri tersebut yang dapat digunakan pada hunian modern. Bukan hanya negara-negara belahan benua Eropa dan Amerika, Indonesia juga termasuk salah satu negara yang tertarik dengan konsep ini.

Ada beberapa poin penting yang patut diperhatikan sekiranya ingin meniru karakteristik desain rumah bergaya Jepang untuk hunian pribadi yakni:

-        Minimalis dan Praktis

Seperti diutarakan sebelumnya, umumnya rumah di Jepang menonjolkan gaya minimalis, sederhana dan praktis. Unsur ini mencakup penggunaan furniture rumah yang tidak terlalu padat tapi lebih menekankan pada fungsi.  Ruangan menjadi lapang karena menggunakan konsep lesehan dengan alas duduk tebal. Pada desain rumah modern konsep lesehan diganti dengan menggunakan sofa atau furniture berkaki pendek agar rumah tetap terasa lapang.

-        Aplikasi pintu geser

Ciri khas utama rumah bergaya Jepang adalah penggunaan pintu geser. Pintu ini terbukti memiliki beberapa keuntungan diantaranya praktis dan tidak memakan banyak tempat. Mereka yang memiliki keterbatasan hunian dapat memilih pintu jenis ini untuk kesan luas dan lapang. Kelebihan pengaplikasian pintu ini adalah menjadikannya lebih dinamis.

Pintu ini juga kerap disebut sebagai pembatas Indoor & Outdoor. Akses keluar masuk yang mudah dengan pintu geser maupun jendela merupakan elemen penting desain hunian ala Jepang, dan keindahan pembatas indoor dan outdoor ini mempengaruhi hampir seluruh arsitek modernis di dunia.

-        Koridor/pintu lereng (genkan)

Sebelum masuk rumah, Anda akan menemukan lorong atau koridor, dan sebelum memasukinya Anda harus melepas alas kaki yang digunakan dari luar rumah. Biasanya ini berbentuk anak tangga (satu anak tangga). Disini tersedia tempat untuk meletakkan alas kaki.

-        Tanpa sekat

Salah satu karakteristik menonjol lainnya dari rumah bernuansa Jepang adalah ruangan-ruangan yang dibuat tanpa sekat. Konsep hunian tanpa sekat menjadikan rumah tampak luas dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Rumah tanpa sekat juga meminimalisi kepadatan yang rentan membuat penghuninya merasa sumpek/jengah.

-        Lokasi Rumah

Untuk memastikan sinar matahari diterima secara maksimal sepanjang hari maka penempatan rumah di Jepang umumnya berlokasi di sebelah utara atau selatan. Pemandangan ideal yang dicari dari setiap rumah di Jepang adalah pegunungan atau air. Meski begitu pemandangan taman di rumah menjadi elemen yang juga penting. Cahaya alami dianggap sebagai sebuah hak asasi manusia bagi setiap pemilik rumah dan apartemen di Jepang.

Rumah Ibu Siska:  Ruang Keluarga by SEKALA Studio
SEKALA Studio

Rumah Ibu Siska

SEKALA Studio

Merangkum semua arsitekturial Jepang yang kental dengan keseimbangan, keteraturan, adat, keindahan alami, dan kebersihan, Anda dapat menciptakan harmonisasi serupa untuk rumah pribadi. Berikut beberapa tips untuk menciptakan hunian ala Jepang:

1.     Elemen Alam

Untuk memenuhi hak asasi mendapatkan cahaya dan keindahan alam pada hunian, Anda bisa menambah tanaman tradisional Jepang seperti bonsai dan bambu ke dalam rumah. kombinasikanlah dengan menambah tanaman-tanaman lain seperti Anggrek atau palem. Pilih tanaman sederhana, alami dan hijau karena umumnya rumah di Jepang tidak terbiasa meletakkan bunga berwarna-warni. Sementara untuk mendapat pemandangan alam yang maksimal dari segala sisi, buatlah jendela besar.

2.     Pintu Geser

Harga rumah yang tinggi membuat kebanyakan orang Jepang menyewa apartemen dan memanfaatkan setiap inchi ruang salah satunya dengan menggunakan screen geser atau yang dikenal dengan Shoji. Screen atau pintu yang terbuat dari kertas transparan pada kusen kayu. Namun kini versi modernnya dapat dengan mudah Anda peroleh melalui online atau pembelian langsung di toko material, yang terbuat dari panel kaca di dalam grid kayu. Anda bisa mencoba mengganti pintu biasa Anda dengan panel pintu kaca geser, dijamin screen ini tidak lagi akan menghalangi cahaya alami dan pemandangan indah yang ingin dinikmati.

3.     Kayu dan Bambu

Salah satu cara menyatu dengan alam adalah dengan menambahkan elemen kayu pada rumah. Elemen ini hampir bisa kita lihat di hampir seluruh rumah Jepang. Semisal kayu pada rumah, dinding, pintu, screen grids dan kusen kayu alam. Kayu yang biasa digunakan di barat ialah maple, cypress, hemlock dan red pine; dan sebagai elemen dekoratif lainnya Anda bisa menggunakan bambu. Jadi Anda bisa menambahkan lantai bambu atau screen kayu di rumah.

4.     Pintu Masuk & rak kabinet

Berbeda dengan pintu masuk pada umumnya, pintu masuk bergaya Jepang memiliki rak atau kabinet yang disebut getabako untuk menyimpan sepatu ketika Anda datang dan menggantinya dengan sandal. Desain pintu masuk sangat sederhana dengan elemen kayu dan pencahayaan alami. Selain itu lantai batu juga sangat popular diaplikasikan pada pintu masuk. Anda hanya perlu menentukan pilihan dan menyelaraskannya dengan tema hunian.

5.     Furnitur gaya Jepang

Ada banyak ragam furnitur Jepang yang bisa ditiru, semisal tempat tidur lipat, kursi untuk ruang duduk atau ruang TV. Kebanyakan dari furnitur ini berada di level lantai praktis & minimalis sehingga dapat dengan mudah dirapikan dan dibersihkan.

Untuk mendapat tata letak yang baik dan praktis, buatlah desain sederhana dan rapi. Pilih bahan furnitur dari kayu alami, kemudian buat pencahayaan bersudut dan modern. Anda bisa meniru gaya lentera Jepang atau gaya lainnya.

6.     Pencahayaan Alami dan maksimal

Buatlah jendela dan ventilasi lebar layaknya skylight. Ini menjadi cara termudah sekaligus terbaik untuk mendapatkan cahaya optimal di rumah Anda. Buat Jendela tanpa penghalang, singkirkan dulu tirai berat atau sejenisnya. Buat kisi-kisi bambu agar pencahayaan masuk dengan maksimal. Pencahayaan alami adalah cara yang tepat untuk menerangi rumah.

7.     Warna-warna Alam

Tonjolkan warna-warna natural alam yang sederhana. Semisal warna kayu dan tanaman. Dinding digantikan oleh screen yang dibungkus kertas transparan, lantai dari kayu berwarna coklat tua atau cerah, dan atau abu-abu. Alhasil akan tercipta palet warna yang sangat netral. Kemudian letakkan tanaman-tanaman simple dan segar yang sesuai desain rumah.

8.     Ruang Meditasi

Salah satu unsur hunian Jepang yang dapat ditiru adalah menambahkan ruang meditasi. Interior ruang ini dapat dibangun dengan menambahkan unsur alam untuk meredam kebisingan yang menganggu. Semisal dengan mencat ruangan dengan warna hijau atau coklat, menambahkan tanaman dalam ruangan, dan juga menambahkan instrumental yang menenangkan.

9.     Bak mandi untuk berendam/bathtub

Gemericik air memberikan efek menenangkan layaknya elemen tanaman dalam hunian. Untuk mencipta hal tersebut, Anda bisa membuat taman dengan aliran air mengalir atau membuat bak mandi Jepang yang di dalamnya terdapat kursi duduk. Ini merupakan cara kombinasi Barat dan Timur dalam menciptakan suasana spa di rumah. Namun ini dapat menjadi opsi terakhir Anda semisal ruangan rumah tidak lagi memadai.

Secara Singkat, untuk membuat hunian bergaya tradisional Jepang, Anda dapat meniru unsur kesederhanaan, kebersihan dan desain yang minimalis pada ruangan. Selajutnya padukan dengan elemen alam, tanaman, pencahayaan alami dan optimal, elemen air, furniture khusus, pintu atau screen geser, ruang untuk meditasi dan warna-warna alam. Semua elemen ini akan membuat rumah Anda kental nuansa Jepang yang mencerminkan kebudayaan dan kecintaannya terhadap alam. Selamat mencoba!

Sebelum menghitung biaya, simak inspirasi desain Jepang minimalis dan yang memiliki sentuhan industrial ini sebelum memutuskan detail desain rumah Jepang yang anda inginkan.

 Rumah by Casas inHAUS

Need help with your home project? Get in touch!

Discover home inspiration!