Halaman depan by yücel partners

11 Cara Mudah Merawat Taman Depan Rumah Sederhana di Lahan Sempit

Novrisa Wulandari – homify Novrisa Wulandari – homify
Google+

Tanya harga

Invalid number. Please check the country code, prefix and phone number
Dengan mengklik 'Kirim' saya mengkonfirmasi bahwa saya telah membaca dan menyetujui Kebijakan Privasi bahwa informasi saya akan diproses.
Catatan: anda dapat mencabut persetujuan tersebut kapan saja dengan mengirim email ke privacy@homify.com.
Loading admin actions …

Apakah Anda memiliki taman depan rumah sederhana? Selain pagar, halaman depan rumah merupakan aspek yang pertama kali terlihat dari luar. Halaman rumah Anda bisa menjadi salah satu ciri khas yang orang ingat tentang Anda. Jadi, tak ada salahnya membangun taman depan rumah sederhana untuk mempercantiknya. Namun, desain rumah yang sederhana bukan berarti merawatnya pun selalu mudah.

Bukan soal estetika saja yang sebaiknya Anda jaga dari taman depan rumah, melainkan juga perawatannya. Anda tak mau kan tanaman di taman layu dan berguguran begitu saja. Karena itu, perawatan taman depan rumah sederhana sekalipun wajib dirawat dengan baik. Yuk, intip 11 cara merawat taman depan rumah!

1. Siram Tanaman dengan Air Secukupnya

Setiap pot memiliki bulatan-bulatan di bagian bawah yang berfungsi sebagai drainase air. Nah, bagi Anda yang menanam tanaman di media pot maka siramlah dengan benar.

Siramlah tanaman, namun jaga jangan sampai air meluap dan mengalir dari bulatan drainase itu. Hentikan penyiraman sesaat air keluar agar tanaman tak mudah membusuk akibat kelebihan air.

2. Pastikan pencahayaan alami yang cukup

Sebagian besar tanaman butuh cahaya matahari untuk berfotosintesis. Tidak semua tanaman dapat hidup di tempat yang minim pencahayaan langsung. Karena itu, kami sarankan tempatkanlah tanaman Anda di area yang ramah cahaya matahari.


3. Jaga Kelembaban Tanaman

Bintik-bintik cokelat yang terlihat pada daun mengindikasikan tanaman Anda kurang lembab. Jika tanda ini terlihat pada dedaunan tanaman Anda, segeralah pindahkan ke tempat yang lebih lembab agar kerusakan tidak merambat.

4. Ganti Tanah/Media Tanam

 Halaman depan by Jardíssimo
Jardíssimo

Moradia Moderna com Jardim Contemporâneo

Jardíssimo

Tanah turut mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan itu sendiri. Meskipun mendapat sinar matahari dan air, tanaman belum cukup tumbuh optimal. Jika Anda merasa tanaman kurang segar atau tak tumbuh subur, gantilah media tanam. Cukup ganti tanah lama dengan tanah baru agar nutrisi tanaman terbaharui.


5. Rajin Bersihkan Tanaman

 Halaman depan by Homify Blog

Cara membersihkan daun cukup sederhana. Usapkan permukaan daun dengan kain halus agar bebas dari debu. Bukan hanya manusia yang ingin terlihat bersih, tanaman juga menginginkan kebersihan.

6. Pastikan Bebas Hama dan Serangga

 Halaman depan by Deck and Garden
Deck and Garden

Jardinera borde de piscina

Deck and Garden

Tanaman termasuk bunga yang tumbuh subur dapat menarik perhatian hama dan serangga pengganggu. Perhatikan bagian-bagian tanaman. Jika Anda menemukan tanda-tanda tanaman diserang hama dan serangga, segera basmi dengan dengan pembasmi hama dan serangga.

7. Ganti Pot Secara Berkala

 Halaman depan by Deck and Garden
Deck and Garden

Algunas Plantas lista para su plantación

Deck and Garden

Ganti pot atau repotting mungkin istilah yang tak asing bagi Anda yang suka berkebun. Ganti pot sesuai dengan ukuran dan umur tanaman. Akar tanaman yang memanjang dan tak bisa tumbuh lagi di pot yang lama harus segera diganti sesuai ukurannya. Tips sederhana, lakukan repotting setidaknya dua kali per tahun. Tak kalah penting, pastikan media tanam haruslah porous (berpori) dan mampu menahan air, ya.

8. Tambahkan Pupuk Organik

Pupuk organik mengandung lebih banyak bahan organik daripada kadar hara. Tambahkan kotoran dan sampah organik/kompos ke dalam tanah agar nutrisi pada masa pertumbuhan maksimal. Jika Anda tak yakin komposisi aoa yang terbaik, cobalah berkonsultasi dengan ahli tanaman atau ahli lanskap.

9. Jangan Ragu Potong Ranting

Memotong ranting kecil atau daun kering yang mengganggu bermanfaat untuk tanaman itu sendiri. Tanaman akan tumbuh lebih rapi, subur, sehat, dan panjang umur. Tanaman rambat juga perlu dipangkas terutama jenis thunbergia, alamanda, bugenvil, dan stefanot ungu. Namun, tak semua tanaman perlu dipotong rantingnya. Apabila tanaman Anda berasal dari familia yang tumbuh merumpun disertai tunas baru, seperti heliconia, kana, bromelia, jahe-jahean, atau lili paris, lebih baik pisahkan dari tanaman induk.

10. Berkonsultasi Kepada Ahli Taman

 Halaman depan by Homify Blog
Homify Blog

Six Essential Tools Every Gardener Needs

Homify Blog

Membangun taman depan sederhana terkadang membutuhkan lebih dari sekadar biaya. Ada kalanya Anda butuh berkonsultasi dengan desainer atau arsitek lanskap untuk membantu merencanakan dan merancang taman rumah.

Namun, jika Anda lebih suka bereksperimen dengan membuat taman depan sederhana sendiri, lihat artikel kami mulai dari “5 Cara Membuat Taman Minimalis di Lahan Sempit”.

11. Tips Tambahan

 Taman by RABAIOLI I FREITAS
RABAIOLI I FREITAS

Detalhes dos muros

RABAIOLI I FREITAS

Apabila lahan rumah Anda memang sangat terbatas, tak ada salahnya menciptakan taman kecil di pot-pot mungil ataupun tanaman gantung di halaman depan. Taman juga dapat memanfaatkan dinding, tidak harus melulu lahan berupa halaman. Yang penting, rawat dengan telaten tanaman di taman kecil Anda, ya.

Setelah membaca tips di atas, sudah setelaten apakah Anda merawat taman rumah?
 Rumah by Casas inHAUS

Need help with your home project? Get in touch!

Discover home inspiration!