Temukan Arsitek paling tepat di Yogyakarta | homify

14 Arsitek di Yogyakarta

Arsitek Yogyakarta

Sebagai ibukota dan pusat pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta, Kota Yogyakarta merupakan kota terbesar keempat di Pulau Jawa setelah Bandung, Malang, dan Surakarta. Pernah menjadi pusat Kesultanan Mataram antara kurun 1575 – 1640, Yogyakarta adalah kota yang memiliki nilai-nilai budaya dan tradisi lokal yang kuat hingga kini.

Letak Yogyakarta sangat strategis, karena berada di jalur-jalur utama, yaitu Jalan Lintas Selatan. Jalan ini menghubungkan Yogyakarta, Surakarta, Bandung, Surabaya, dan kota-kota di selatan Jawa, serta jalur Yogyakarta – Semarang, yang menghubungkan Yogyakarta, Semarang, Magelang, dan kota-kota di lintas tengah Pulau Jawa. Posisi tersebut memudahkan Yogyakarta untuk dicapai dengan transportasi darat dan udara.

Selain itu, Yogyakarta juga mengalami perkembangan yang cukup pesat. Hal ini terlihat dari pembangunan berbagai infrastruktur, salah satunya sistem drainase yang dibangun sejak pemerintah kolonial, yang kini semakin berkembang dengan adanya penambahan saluran air yang dibangun oleh Pemkot Yogyakarta. Dengan adanya sistem drainase yang tertata rapi, Yogyakarta relatif jarang mengalami banjir, meskipun terletak di lembah tiga sungai, yaitu Sungai Code, Sungai Winongo, dan Sungai Gajahwong.

Sejarah Perkembangan Arsitektur Yogyakarta

Yogyakarta dikenal sebagai kota yang kaya akan arsitektur bangunan bersejarah, salah satunya Keraton Yogyakarta yang memiliki nilai-nilai filosofi dan mitologi yang kuat. Hal ini ditunjukkan melalui berbagai warisan budaya, berupa upacara maupun benda-benda bersejarah. Selain itu, Keraton Yogyakarta juga memiliki suatu lembaga adat lengkap dengan pemangku adatnya. 

Keraton Yogyakarta yang merupakan salah satu arsitektur terbaik Jawa mulai didirikan pada 1755 oleh Sultan Hamengku Buwono I. Dengan arsitektur bergaya Jawa tradisional, bangunan ini memiliki tujuh ruangan utama, yaitu Siti Hinggil Ler (Balairung Utara), Kamandhungan Ler (Kamandhungan Utara), Sri Manganti, Kedhaton, Kamagangan, Kamandhungan Kidul (Kamandhungan Selatan), dan Siti Hinggil Kidul (Balairung Selatan). 

Meskipun budaya Jawa tradisional sangat kuat, namun pada beberapa bagian bangunan, terdapat pengaruh dari beberapa budaya luar, seperti Belanda, Portugis, bahkan Tiongkok. Pada umumnya, setiap ruangan berbentuk Joglo atau turunan konstruksinya, di mana Joglo terbuka tanpa dinding disebut Bangsa, sedangkan joglo tertutup dinding disebut Gedhong (gedung). 

Arsitektur bergaya eropa juga terlihat pada beberapa bangunan di Yogyakarta, salah satunya Kantor Bank Indonesia atau lebih dikenal Gedung BI. Bangunan yang dirancang oleh Arsitek Belanda, Marius J. Hulswit dan Edward Cuypers, ini pada awalnya berfungsi sebagai Kantor Cabang (KC) De Javasche Bank (DJB) Djokdjakarta yang dibuka pada 1 April 1879. Perpaduan desain yang anggun dan megah ala neo-renaissance dan konstruksi gedung yang kuat, membuat bangunan tersebut tetap megah dan kokoh hingga kini.

Perkembangan Arsitektur Yogyakarta Masa Kini

Nilai-nilai seni dan budaya tradisional merupakan faktor penting dalam arsitektur bangunan di Yogyakarta. Salah satunya, Greenhost Boutique Hotel di kawasan Prawirotaman yang merupakan pusat komunitas seni dan kreatif di Yogyakarta. Hotel ini didesain untuk mengangkat jiwa seni dan kreatif dari kawasan ini, baik secara lingkungan maupun aktivitas.

Greenhost Boutique Hotel juga menerapkan konsep bangunan hijau yang ramah lingkungan. Hal ini telihat pada massa bangunan yang dirancang tidak menempel dengan dinding bangunan agar sirkulasi udara dan pencahayaan alami menjadi optimal. Konsep ramah lingkungan lainnya adalah pemanfaatan energi gravitasi yang digunakan untuk distribusi air secara vertikal serta mengurangi daya alat elektronik dalam kamar tidur, misalnya penggunaan Air Conditioner (AC) dan lemari es.

Selain itu, hotel ini juga memiliki fasad bangunan yang didesain secara simpel, di mana fasad bangunan lebih menonjolkan deretan jendela kamar tidur. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan kebutuhan akan pencahayaan, pemandangan, dan sirkulasi. Material yang digunakan juga banyak menggunakan material sisa yang diangkat dan dinaikkan kembali nilainya. Sedangkan, sebagian besar dinding bangunan menggunakan beton/plester semen ekspos. Hal ini bertujuan untuk efisiensi biaya pembangunan dan juga sebagai wasah yang bisa digunakan oleh para seniman atau desainer untuk menampilkan karyanya.

Pentingnya Jasa Arsitek Yogyakarta

Banyak aspek yang perlu dipertimbangkan dalam membangun rumah idaman di Yogyakarta. Antara lain, iklim Yogyakarta yang memiliki suhu rata-rata 27,2°C dan kelembaban rata-rata 24,7% dan curah hujan rata-rata 2.012 mm/tahun dengan 119 hari hujan. Pada musim hujan, bertiup angin barat daya dengan arah 220° bersifat basah, sedangkan pada musim kemarau bertiup angin muson tenggara yang agak kering dengan arah ± 90° – 140° dengan rata-rata kecepatan 5-16 knot/jam. 

Aspek kedua adalah kondisi tanah Kota Yogyakarta yang letaknya di dataran lereng gunung Merapi sehingga mengandung tanah regosol atau tanah vulkanis muda. Hal ini membuat tanah di Kota Yogyakarta cukup subur dan memungkinkan untuk ditanami berbagai tanaman perdagangan dan pertanian. Namun, seiring dengan perkembangan kota yang berdampak pada pesatnya permukiman, lahan pertanian di Kota Yogyakarta mengalami penurunan yang signifikan. 

Aspek lainnya yang tidak kalah penting adalah pertambahan penduduk kota Yogyakarta yang meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2010, jumlah penduduk Kota Yogyakarta mencapai 3.452.390 jiwa dengan proporsi 1.705.404 laki-laki, dan 1.746.986 perempuan, serta memiliki kepadatan penduduk sebesar 1.084 jiwa per km2.

Untuk memahami aspek-aspek yang berlaku di Yogyakarta bukan pekerjaan yang mudah. Oleh karena itu, dibutuhkan Jasa Arsitek Yogyakarta yang mampu memahami dan mengatasi aspek-aspek tersebut. Arsitek Yogyakarta memiliki pengetahuan dan keahlian untuk memperhitungkan faktor-faktor yang penting untuk diterapkan ke dalam arsitektur bangunan sehingga menghasilkan rumah yang ideal di Kota Yogyakarta.

Bagaimana menemukan Arsitek yang tepat di Yogyakarta? Anda tidak perlu kesulitan dalam mewujudkan rumah idaman di Yogyakarta. Bersama Homify, Anda bisa terhubung dengan banyak Arsitek Interior mumpuni dan berpengalaman di Yogyakarta. Saatnya berkonsultasi langsung dengan profesional kami

Telusuri gambar terkait