Temukan Interior Desainer dan Dekorator paling tepat di Denpasar | homify

2 Interior Desainer dan Dekorator di Denpasar

Pada masa lalu, Denpasar adalah bagian dari Kerajaan Badung, sebuah Kerajaan Hindu Majapahit, yang berdiri sejak abad 18 hingga abad 19. Namun, pada 20 September 1906, Kerajaan Badung ditundukkan oleh Belanda dalam sebuah peristiwa heroik yang dikenal dengan Perang Puputan Badung. Kini, sebagai ibukota Bali sekaligus kota budaya dan wisata dunia, Denpasar terus berkembang dengan pesat melalui pendapatan per kapita dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Posisinya sebagai kota metropolitan juga semakin diperkuat melalui industri pariwisata yang maju dan keberagaman budaya dan etnis dalam masyarakat yang menjadi kekayaan budaya di Denpasar. Keberagaman masyarakat di Denpasar ditandai dengan adanya pikiran terbuka, kerjasama, dan kesetaraan. Hal ini menjadikan Denpasar sebagai kota urban yang ditunjukkan melalui berbagai arsitektur dan desain interior yang bisa ditemukan di sini, mulai dari tradisional, minimalis, modern, alam, hingga industriali. Jika Anda menginginkan sebuah hunian impian di Denpasar atau ingin merenovasi rumah di Denpasar dalam waktu dekat, simak panduan penting berikut. 

Sejarah Perkembangan Arsitektur Denpasar 

Denpasar merupakan kota budaya yang kaya akan keindahan arsitektur bangunan yang masih memiliki nilai sejarah yang tinggi hingga kini. Bangunan-bangunan bersejarah tersebut didominasi oleh dua pengaruh budaya, yaitu: 

Pengaruh Kebudayaan Hindu 

Dinasti Warmadewa yang didirikan oleh Raja Bali pertama, Sri Kesari Warmadewa, menghasilkan banyak karya arsitektur bercorak Hindu, salah satunya Raja Jaya Singha Warmadewa (968-975), yang membangun sebuah pemandian mata air yang terletak di Tampaksiring, yaitu Tirtha Empul.

Pengaruh Kebudayaan Hindu pada arsitektur bangunan di Denpasar yang dimanfaatkan hingga kini, antara lain: 

-    Tempat Pemujaan dan Pertapaan

Bangunan ini berfungsi sebagai tempat pemujaan Hindu Siwa-Buddha yang dilengkapi dengan tempat pertapaan. Pada masa lalu, bangunan ini memanfaatkan tempat-tempat yang dianggap suci, seperti goa, dengan struktur ruang yang masih sederhana. 

-    Tempat Pemandian Suci

Didesain dengan memanfaatkan mata air yang dianggap suci, serta penataan berupa kolam dan bentuk berundag-undag. Arsitektur bangunan ini terus berkembang melalui hirarki ruang untuk kawasan suci Pura, pemanfaatan bahan, dan konstruksi bangunan.

Pengaruh Kolonial Belanda

Masuknya Kolonial Belanda melalui VOC ke Denpasar, turut berpengaruh pada konsep arsitektur di Denpasar. Namun, pengaruh tersebut lebih kepada konsep arsitektur bangunan pemerintahan dan bangunan umum, dan tidak berlaku pada rumah tradisional di Denpasar dan tempat pemujaan / Pura Hindu di Denpasar.

Salah satu hal yang menarik adalah konsep arsitektur Belanda banyak mengadopsi nilai-nilai lokal dalam perencanaan dan pengembangan kota, permukiman dan bangunan-bangunan. Dari segi gaya arsitektur dan desain interior, arsitektur kolonial lebih banyak menerapkan gaya Neo Klasik, yang banyak diterapkan pada bangunan-bangunan di Eropa.

Gaya Neo Klasik menekankan pada gaya arsitektur klasik Yunani dan Romawi dengan ciri-ciri, sebagai berikut:

-    Struktur dasar bangunan yang menggunakan trap-trap tangga naik (cripedoma) -    Kolom-kolom dorik, ionik dan corinthian dengan berbagai bentuk ornamen pada kapitalnya -    Bentuk pedimen, yaitu bentuk segitiga yang menyerupai mitos Yunani atau Romawi di atas deretan kolom -    Bentuk-bentuk tympanum atau konstruksi dinding berbentuk segitiga atau setengah lingkaran sebagai hiasan yang diletakkan di atas pintu dan jendela

Perkembangan Desain Interior Denpasar Masa Kini

Denpasar sebagai kota wisata berbasis budaya memegang peran yang penting dalam perkembangan desain interior yang mengangkat budaya sebagai komoditas pariwisata yang mendunia. Desain Interior Denpasar masa kini mencerminkan nilai-nilai tradisional dan budaya Bali atau yang disebut sebagai “The Bali Factor”. “The Bali Factor” menerapkan keunggulan arsitektur tradisional, estetika Bali, dan ornamentasi, dalam membangun ruangan yang dapat mengakomodasi kehidupan modern.

Konsep ini ditemukan pada Renon House yang bisa dijadikan inspirasi untuk hunian di tengah kota. Rumah yang terletak di Jalan Moh. Yamin ini dirancang dengan konsep interpretasi baru filosofi rumah tradisional Bali ke dalam gaya arsitektur modern. Dari sisi filosofi tradisional Bali, sang arsitek menerapkan aturan Tri Mandala dalam menciptakan tata ruang dan menggunakan material yang ditemukan pada bangunan tradisional Bali, yaitu batu kali dan parket kayu, pada pintu dan jendela.

Sedangkan dari sisi modern, semua elemen interior, mulai dari lantai, dinding, plafon, hingga pintu dan jendela, tidak menggunakan ornamen tradisional Bali sebagai pelengkap ciri bangunan tradisional Bali, serta material tidak lagi menggunakan material alam. Selain itu, setiap ruangan didesain dengan gaya minimalis yang semakin memperkuat konsep modern rumah ini.

Pentingnya Peran Interior Desainer dan Dekorator di Denpasar

Bali adalah salah satu kota yang kaya akan bangunan-bangunan bersejarah, termasuk Denpasar. Memahami faktor ini sangat penting sesuai dengan Perwali Nomor 25 Tahun 2010 tentang Persyaratan Arsitektur Bangunan Gedung di Kota Denpasar, yang dinyatakan dalam Pasal 1 Ayat 14: “Arsitektur warisan adalah arsitektur peninggalan masa lampau di Provinsi Bali, baik dalam keadaan terawat/dimanfaatkan sesuai fungsinya atau tidak terawat/tidak digunakan sesuai fungsi, bergerak atau tidak bergerak, berupa kesatuan atau kelompok atau bagian-bagiannya atau sisanya, yang dianggap memiliki nilai-nilai penting bagi ilmu pengetahuan, sejarah, kebudayaan, dan nilai-nilai signifikan lainnya”.

“The Bali Factor” yang identik dengan penggunaan dekorasi dan ornamen tradisional Bali dalam desain interior adalah faktor yang juga perlu diperhitungkan dalam merenovasi rumah di Denpasar. Hal itu tercermin dalam Perda Provinsi Bali Nomor 5 tahun 2005 tentang Persyaratan Arsitektur Bangunan Gedung, yang dinyatakan dalam Pasal 1 Ayat 12: “Gaya arsitektur tradisional Bali adalah corak penampilan arsitektur yang dapat memberikan citra/nuansa arsitektur berlandaskan budaya Bali yang dijiwai oleh agama Hindu melalui penerapan berbagai prinsip bentuk yang mengandung identitas maupun nilai-nilai arsitektur tradisional Bali”. Aturan tersebut mengatur bahwa arsitektur tradisional Bali adalah sumber filosofi desain interior modern yang dipengaruhi oleh Agama Hindu. Selain itu, faktor-faktor lainnya, seperti perkembangan kota dan masyarakat, iklim, dan geografi, juga penting untuk dipertimbangkan dalam merenovasi rumah di Denpasar.

Memahami dan menerapkan aspek-aspek tersebut bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan keahlian dan pengetahuan dari Interior Desainer dan Dekorator Denpasar untuk membantu Anda dalam proyek renovasi rumah dan mewujudkan rumah impian sesuai dengan standar yang berlaku di Denpasar. Bagaimana menemukan Interior Desainer dan Dekorator yang tepat di Denpasar? Bersama Homify, Anda bisa terhubung dengan banyak Interior Desainer & Dekorator yang mumpuni dan berpengalaman di Denpasar. Konsultasikan proyek interior rumah Anda  dengan profesional kami sekarang dan realisasikan rumah impian.

Telusuri gambar terkait